Jangan Biarkan Stresmu Jadi Depresi!
Sunday, October 21st, 2007Bingung dengan pekerjaan se-abrek, di rumah dimarahi terus,
kehidupan sosial tidak seimbang, maupun pacar selingkuh, memang bisa
bikin stres. Kalau terus-menerus seperti ini, bisa-bisa orang stres
akan menjadi penderita depresi yang bisa gila bahkan memutuskan suicide.. hii ngeri..
Depresi
lebih sering diartikan dengan stres yang berkepanjangan, tapi jangan
salah ada juga stres yang tidak selamanya berakhir dengan depresi.
Menjelaskan hal ini, ahli psikologi Vera Itabiliana
mengungkapkan bahwa depresi ada karena perasaan sedih yang mendalam.
Tapi kadang peristiwa sedih yang dialami tidak sebanding dengan
perasaan sedih tersebut, dan terus-menerus dirasakan sampai melebihi
waktu sebenarnya.
Secara umum gejala depresi tampak pada tiga
bagian, yaitu gejala fisik, mental, dan sosial. Dari fisik, orang
depresi biasanya lebih malas dari kehidupan sehari-hari, susah tidur,
malas makan, pikiran kosong, kehilangan motivasi, cepat capek, bahkan
gampang sakit.
Sedangkan dari segi mental, orang depresi lebih cepat marah, sensitif, merasa useless,
tidak percaya diri, sering mendramatisir rasa kecewa, dan sering
ketakutan akan karma yang akan menimpa mereka karena kesalahan yang
diperbuat. Untuk urusan sosial, kebanyakan orang depresi akan sering
menghindar saat-saat menyenangkan, menjauh dari realistis, malu bertemu
orang lain, uring-uringan tanpa alasan, serta tanpa sadar jadi orang yang menyebalkan.
Dan
untuk mengatasi rasa depresi yang merugikan diri sendiri yang membawa
pengaruh ke orang lain ini, disarankan untuk melakukan berbagai terapi.
Misalnya saja ‘Psikoterapi’, yaitu lebih menerima perhatian dan saran
dari orang lain agar bisa menyesuaikan diri dengan perubahan dalam
hidup. Tentu saja hal ini dilakukan dengan cara bertahap untuk bisa
menerima tanggung jawab dan tekanan hidup yang dialami. Ada juga
‘Terapi Kognitif’, yang dilakukan dengan cara mengubah cara pandang
negatif dan rasa putus asa.
Sedangkan untuk penderita depresi
berat, bisa diterapkan ‘Terapi Elektrokonvulsif’, yaitu dengan cara
memberikan kejutan listrik untuk merangsang kinerja otak yang beku,
biasanya sih untuk penderita yang ingin suicide.
Selain
terapi, penggunaan obat penenang juga ada baiknya, apalagi untuk
orang-orang yang memiliki kepribadian tertutup dan sulit berkomunikasi
dengan orang lain. Yang penting, kita harus menjauhkan diri dari
godaan-godaan untuk berpikir pendek. Seperti kata pepatah, We dont know how life bring us later, just hold on..
Referensi : kapanlagidotcom