Sudah Gilakah Anda?

March 30th, 2008 by fajarzebua

Penyakit kejiwaan memang kedengaran menakutkan. Tapi sebelum Anda
lompat ke kesimpulan bahwa Anda menderita gangguan seperti itu, lebih
baik temukan dan pelajari dulu apa yang sedang terjadi dengan otak Anda.

Apa
Anda hanya merasakan depresi ringan atau berat? Kekacauan karena
gelisah atau kepanikan biasa? Terkadang hal itu sulit dijelaskan. Dan
jika Anda percaya dengan banyak tingkatan, Anda mungkin telah berpikir
buruk dan terlalu jauh.

Salah satu penelitian menemukan bahwa
sebagian besar orang Amerika menderita penyakit kejiwaan, seperti
panik, phobia sosial, atau depresi dalam kehidupan sehari-hari. Tapi,
hasil statistik tersebut mungkin terlalu berlebihan, kata beberapa
pakar.

Menurut Allan Horwitz, PhD, dan Jerome Wakefield, PhD, survey yang mempelajari tentang statistik penyakit kejiwaan (National Comorbidity Survey)
telah mengalami banyak kekurangan. Pasalnya survey itu memberikan
pertanyaan-pertanyaan yang jauh dari konteks, dan para pakar mengatakan
analisa mereka di jurnal Organisasi Sosiologi Amerika mengkategorikan
banyak orang termasuk ‘orang gila’.

Terus, bagaimana cara untuk
memisahkan penyakit kejiwaan dari pemikiran sendiri atau hal fiksi?
"Punya pikiran skeptis hanya mengakibatkan Anda termasuk dalam kategori
gejala kejiwaan, Anda mungkin juga mengidap penyakit itu," kata
Horwitz, yang juga menjabat sebagai profesor sosiologi di Rutger
University.

Menurutnya, kesadaran saat Anda sedih karena putus
cinta atau kehilangan pekerjaan adalah hasil dari sebuah situasi dan
itu bukan tanda-tanda bahwa Anda menderita penyakit kejiwaan.

Namun,
gejala kejiwaan sendiri akan ada jika kejadian terjadi secara
konsisten, atau Anda terlalu putus asa hingga depresi. Untuk itu, ia
menyarankan agar segera menghubungi konsultan masalah kesehatan mental
alias psikiater.

Ada tiga cara untuk menjauhkan Anda dari stress, yaitu:
1. Santai
Tak
perlu terlalu mendramatisir keadaan jika memang Anda masih bisa
mengatasi masalah. Semakin Anda berontak pada masalah, mungkin Anda
akan terbawa jauh ke pemikiran yang buruk. Duduklah di kursi dengan
punggung Anda lurus, santaikan kaki Anda, dengan telapak kaki datar di
lantai. Biarkan mata Anda terbuka, fokus dengan pernapasan saat
mengambil nafas panjang, biarkan darah yang mengalir di tubuh Anda
lebih leluasa sehingga Anda akan menjadi lebih santai.

2. Jernihkan Pikiran
Jangan
biarkan masalah terlalu membebani kinerja otak Anda. Berusahalah untuk
mendengar semua suara hingga Anda sadar dengan apa yang disebut ‘diam
dari dalam’ atau ketenangan batin. Jaga kesehatan dan jangan biarkan
masalah mengalahkan Anda.

3. Tinggalkan Kesibukan Sementara Waktu
Jangan
melakukan apa-apa yang bisa menambah tingkat stres Anda. Cari solusi,
berkumpul dengan teman dan minta pendapat pada orang yang Anda percaya
untuk menyelesaikan masalah. Jika masalah dirasa terlalu berat, tak ada
salahnya Anda mengunjungi psikiater.

Yang pasti, kunjungan ke psikiater bukan berarti Anda gila lho..

Referensi : kapanlagidotcom

Jangan Biarkan Stresmu Jadi Depresi!

March 22nd, 2008 by fajarzebua

Bingung dengan pekerjaan se-abrek, di rumah dimarahi terus, kehidupan sosial tidak seimbang, maupun pacar selingkuh, memang bisa bikin stres. Kalau terus-menerus seperti ini, bisa-bisa orang stres akan menjadi penderita depresi yang bisa gila bahkan memutuskan suicide.. hii ngeri..

Depresi lebih sering diartikan dengan stres yang berkepanjangan, tapi jangan salah ada juga stres yang tidak selamanya berakhir dengan depresi. Menjelaskan hal ini, ahli psikologi Vera Itabiliana mengungkapkan bahwa depresi ada karena perasaan sedih yang mendalam. Tapi kadang peristiwa sedih yang dialami tidak sebanding dengan perasaan sedih tersebut, dan terus-menerus dirasakan sampai melebihi waktu sebenarnya.

Secara umum gejala depresi tampak pada tiga bagian, yaitu gejala fisik, mental, dan sosial. Dari fisik, orang depresi biasanya lebih malas dari kehidupan sehari-hari, susah tidur, malas makan, pikiran kosong, kehilangan motivasi, cepat capek, bahkan gampang sakit.

Sedangkan dari segi mental, orang depresi lebih cepat marah, sensitif, merasa useless, tidak percaya diri, sering mendramatisir rasa kecewa, dan sering ketakutan akan karma yang akan menimpa mereka karena kesalahan yang diperbuat. Untuk urusan sosial, kebanyakan orang depresi akan sering menghindar saat-saat menyenangkan, menjauh dari realistis, malu bertemu orang lain, uring-uringan tanpa alasan, serta tanpa sadar jadi orang yang menyebalkan.

Dan untuk mengatasi rasa depresi yang merugikan diri sendiri yang membawa pengaruh ke orang lain ini, disarankan untuk melakukan berbagai terapi. Misalnya saja ‘Psikoterapi’, yaitu lebih menerima perhatian dan saran dari orang lain agar bisa menyesuaikan diri dengan perubahan dalam hidup. Tentu saja hal ini dilakukan dengan cara bertahap untuk bisa menerima tanggung jawab dan tekanan hidup yang dialami. Ada juga ‘Terapi Kognitif’, yang dilakukan dengan cara mengubah cara pandang negatif dan rasa putus asa.

Sedangkan untuk penderita depresi berat, bisa diterapkan ‘Terapi Elektrokonvulsif’, yaitu dengan cara memberikan kejutan listrik untuk merangsang kinerja otak yang beku, biasanya sih untuk penderita yang ingin suicide.

Selain terapi, penggunaan obat penenang juga ada baiknya, apalagi untuk orang-orang yang memiliki kepribadian tertutup dan sulit berkomunikasi dengan orang lain. Yang penting, kita harus menjauhkan diri dari godaan-godaan untuk berpikir pendek. Seperti kata pepatah, We dont know how life bring us later, just hold on..

Ref : kapanlagidotcom

Kenali Karakter Parfum Anda (Tips Bagi Kaum Pria)

March 9th, 2008 by fajarzebua

Apakah orang menyadari kehadiran Anda di dekatnya karena aroma dari
cologne yang sering Anda pakai atau cologne favorit Anda? Apakah
kekasih atau istri Anda membelikan cologne yang sama pada hari ulang
tahun Anda tiap tahun? Jika Anda menjawab ‘ya’ untuk kedua pertanyaan
tersebut, Anda mungkin perlu sedikit perubahan dalam memilih parfum.
Tinggalkan parfum Anda yang lama dan carilah aroma cologne yang baru
untuk Anda.

Reaksi Kimia Tubuh

Sangat penting
untuk mengetahui bahwa tiap aroma atau bau cologne berbeda bagi tiap
orang. Reaksi dari parfum pada tubuh dan juga kulit Anda adalah sebuah
proses kimiawi dan berkaitan erat antara Anda dengan parfum tertentu.
Saat teman Anda membawa kesan anggun dengan bau parfum cologne pria
bermerk Calvin Klein, maka itu bisa terkesan sebaliknya jika Anda yang
memakainya.

Sehingga, sangatlah perlu untuk mencoba sebuah
cologne sebelum membelinya. Janganlah berasumsi bahwa apa yang berbau
wangi pada seseorang akan berbau wangi pula pada tubuh Anda. Anda tak
akan membeli sepasang sepatu sebelum mencobanya, bukan?

Bagaimana Cara Memilih Parfum

Pergilah
ke toko parfum dan semprotkan beberapa tipe cologne yang berbeda pada
secarik kertas kecil yang berbeda pula. Lakukan hal ini jika Anda ingin
mencoba sejumlah cologne yang berbeda. Janganlah mencoba cologne di
lengan atau pergelangan tangan Anda, karena Anda tak bisa mencium aroma
yang sesungguhnya dari wewangian tersebut.

Hindarilah pula
berada di dekat orang yang tengah mencoba parfum dengan
menyemprotkannya pada tubuhnya, karena parfum tersebut bisa jadi
menempel pula pada tubuh Anda. Intinya, usahakan diri Anda terbebas
dari ‘percobaan’ parfum.

Coba ciumlah beberapa kertas yang
telah Anda beri semprotan parfum dan pertimbangkan mana yang Anda suka.
Jika Anda mulai merasa pusing setelah mencoba aroma beberapa parfum
yang berbeda, cobalah untuk menarik nafas panjang dan keluar dari toko
atau rak bagian parfum tersebut untuk mencari udara segar selama
beberapa saat.

Ada sebuah tips dari salah seorang penggemar
parfum, yakni jika Anda mencium aroma kopi sebelum mencoba sebuah
parfum, maka Anda akan bisa mencium aroma yang sesungguhnya dari parfum
tersebut. Hal itu dikarenakan kopi bisa menyegarkan kembali indera
penciuman kita.

Istirahatkan hidung Anda untuk beberapa saat,
sehingga indera penciuman Anda bisa berfungsi normal lagi sebelum Anda
akhirnya menentukan parfum pilihan Anda.

Pilihan Aroma Lain

Jika
Anda ingin tampil beda dan punya ciri khas aroma parfum sendiri, Anda
bisa mencampurkan parfum Anda dengan wewangian natural, seperti melati,
vanilla atau cinnamon. Maka, Anda tak hanya akan membuat wanita
tergila-gila, karena vanilla dan cinnamon terkenal sebagai
‘perangsang’, tapi Anda juga akan memiliki ciri khas aroma tersendiri.

Jika
Anda tak suka memakai parfum, maka Anda bisa menggunakan cairan setelah
bercukur atau sabun dengan wewangian tertentu. Aroma-aroma yang
dikeluarkannya bisa membuat Anda terkesan bersih dan segar selalu.

Yang
perlu Anda ingat, jika Anda bekerja di sebuah ruangan kantor yang
relatif kecil, maka janganlah memakai parfum yang memiliki aroma yang
kuat atau tajam. Pakailah parfom beraroma dasar citrus atau lemon.

Berganti-ganti parfum adalah salah satu cara jitu untuk selalu merubah style
dan penampilan Anda, agar tak terkesan ‘monoton’. Satu lagi, tiap
perubahan penampilan yang Anda lakukan, seperti misalnya gaya tatanan
rambut, kacamata dan busana, pastikan parfum Anda matching dengan ‘karakter’ baru Anda itu. Dengan parfum yang tepat, aroma kesuksesan juga akan terpancar pada diri Anda.

ref : kapanlagidotcom

Salahkah?

February 18th, 2008 by fajarzebua

Susah banget yah ternyata perjalanan kehidupan ini.

Kadang kala aku harus memainkan drama yang berisi sepenggal cerita sedih dan juga cerita gembira. Syukur kalo critanya gembira, kalau critnya sedih, itulah yang jadi persoalan.. hehehe

Ku merasa menjadi orang yang tidak berarti di hidup ini. Mengapa tidak? sebagian crita laluku selalu menjadi konsumsi orang-orang tertentu untuk dijadikan crita saat ini. Memang aku sadar bahwa manusia tidak ada yang sempurna. Namun manusia selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik meskipun tidak akan pernah menjadi sempurna.. [brarti lagunya Andra & The Backbone ngga bener ya? kan ngga ada yang sempurna kan?? hihihi]. Aku termasuk dalam bagian orang-orang yang ingin merubah segala sesuatu yang kurang di hidup ini.

Dulu, aku selalu merasa bahwa dirikulah satu-satunya dan ngga ada dua-duanya. Ternyata, dunia ngga selebar daun kelor bung!! Lebih lebar dari itu dan bahkan ngga bisa diukur dengan pengukur apapun. Seiring perkembangan jaman dan semakin bergantinya tahun, aku mencoba mengubah diri dan berlaku bahwa diriku hanyalah seorang “pelayan” dan bukanlah “majikan”. Aku ingin mencoba membuat orang di sekitarku slalu merasa berharga dan berada pada posisi teratas. Bukankah rendah hati merupakan sikap yang selalu ditekankan oleh orangtua kita? [Dulu ketika belajar PPKN, aku mendapatkan pelajaran agar manusia memiliki sikap "rendah hati" tapi tidak merendahkan diri, :D]. Hmm.. mudah-mudahan aku bisa menjalankannya.

Oo ya.. aku sebenarnya lebih suka untuk bekerja sendiri karena menurutku hasilnya lebih maksimal apabila dikerjakan sendiri. Meski menyimpang dari pepatah “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”, namun aku merasa bahwa dengan bekerja sendiri aku bisa fokus dengan kegiatan ini. But, akhir-akhir ini, aku mengubah prinsip itu. Ternyata bila bekerjasama dengan orang lain maka pekerjaan akan lebih mudah dan cepat dikerjakan. hmmm..

Nah, atas dasar itu, aku sebenernya ngga mau ngrepotin orang. Dalam keadaan apapun aku selalu ingin berusaha sendiri. Upss.. itu crita dulu.. Sekarang, aku dalam keadaan krisiss,..sis.dan siss… Nah,. dalam keadaan ini, aku biasanya lebih cepat memiliki emosi yang cukup tinggi. Ngga tau napa, apa itu bawaan atau memang tercipta dari lingkungan aku berada??. Aku juga termasuk orang yang lebih suka untuk memilih satu hal saja yang lebih penting daripada memiliki banyak hal namun tidak bisa untuk dikerjakan. Sama halnya ketika memiliki sesuatu yang sangat berharga, aku merasa bahwa sesuatu itu harus dijaga dan jangan sampai rusak. But, selalu kembali ke awal, manusia tidak ada yang sempurna, kadangkala apa yang telah digariskan sebelumnya bisa berubah suatu saat.

Huftt.. panjang banget ne,.. lanjut lagi deh kapan-kapan. hehehe

Jomblo, Bisa Bikin Irit

December 15th, 2007 by fajarzebua

Punya pacar kaya? Siapa sih yang tidak mau, pastinya mau apa saja bisa terwujud dengan mudah, mau beli barang yang kita suka, mau kencan di restoran mahal, bahkan selalu bisa pakai baju up to date. Tapi tunggu dulu, bagaimana jika tiba-tiba putus? Bisa bangkrut mendadak bahkan kehilangan arah finansial. Tapi banyak juga yang bilang kalau single malah (bisa) irit bin hemat lho..

Saat pacaran, bagi yang tidak memiliki kendaraan bisa santai aja diantar ke mana yang kita mau, tapi saat putus mau naik taksi aja harus berpikir dua kali. Apalagi yang punya hobi makan enak di restoran mahal, bakal tiba-tiba jadi ahli gizi karena perhitungan lemak (padahal harga yang dipikir!). Untuk yang tak mau ketinggalan nonton film di bioskop juga harus rela mengantri saat nomat (nonton hemat).

Memang jomblo bisa bikin berpikir dua kali untuk melakukan pengeluaran. Tapi dengan begitu, kita bisa lebih irit dan bisa mengontrol finansial sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Pertama, kita harus jeli memikirkan rencana jangka pendek, misalnya saja untuk yang masih kuliah, pikirkan target utama yang harus diselesaikan, dengan status single tentunya lebih banyak waktu tersisa, bisa juga dengan mengambil kerja part time.

Untuk jangka menengah, kita bisa menciptakan target-target baru, dengan bekerja lebih giat untuk memperoleh promosi jabatan atau bonus, atau menambah waktu belajar lebih banyak agar cepat lulus kuliah. Semakin banyak pemikiran positif kala jomblo bisa menghasilkan energi yang luar biasa (terbukti!).

Sedangkan untuk jangka panjang, kita bisa memikirkan untuk mengembangkan karir lebih jauh, misalnya saja jika kita mengikuti usaha MLM (Multi Level Marketing), merencanakan beasiswa ke luar negeri, mengumpulkan modal yang lebih besar untuk usaha sendiri, bahkan mencari calon suami yang kaya raya. Tapi ingat, jangan terlalu muluk-muluk sehingga bikin depresi.

Saat masih pacaran, pengeluaran yang paling terasa adalah pulsa telepon, dan saat jomblo pengeluaran itu bakal bisa diiritkan lebih ketat. Komunikasi dengan teman bisa dilakukan cukup dengan SMS aja. Untuk beli baju pun jadi pikir-pikir, daripada up to date, mending bikin baju up grade, atau juga kita bisa menyumbangkan baju lama pada saudara maupun ke panti asuhan. Dengan begitu kita makin bisa berpikir dan menentukan prioritas utama.

Tak sedikit orang bilang bahwa hang out dengan teman lebih fun ketimbang pacaran berduaan. Dengan status single, kita bebas melakukan apa saja yang kita mau, camping bersama, nonton bareng, makan di restoran yang menyediakan makanan paketan, atau belanja di tempat buy one get one free. Pokoknya yang perlu diingat, kita hidup buat fun. Mau punya pacar atau jomblo, selama kita happy jalani aja apa yang kita mau.

Referensi : kapanlagidotcom

Jomblo, Bisa Bikin Irit

December 15th, 2007 by fajarzebua

Punya pacar kaya? Siapa sih yang tidak mau, pastinya mau apa saja bisa terwujud dengan mudah, mau beli barang yang kita suka, mau kencan di restoran mahal, bahkan selalu bisa pakai baju up to date. Tapi tunggu dulu, bagaimana jika tiba-tiba putus? Bisa bangkrut mendadak bahkan kehilangan arah finansial. Tapi banyak juga yang bilang kalau single malah (bisa) irit bin hemat lho..

Saat pacaran, bagi yang tidak memiliki kendaraan bisa santai aja diantar ke mana yang kita mau, tapi saat putus mau naik taksi aja harus berpikir dua kali. Apalagi yang punya hobi makan enak di restoran mahal, bakal tiba-tiba jadi ahli gizi karena perhitungan lemak (padahal harga yang dipikir!). Untuk yang tak mau ketinggalan nonton film di bioskop juga harus rela mengantri saat nomat (nonton hemat).

Memang jomblo bisa bikin berpikir dua kali untuk melakukan pengeluaran. Tapi dengan begitu, kita bisa lebih irit dan bisa mengontrol finansial sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Pertama, kita harus jeli memikirkan rencana jangka pendek, misalnya saja untuk yang masih kuliah, pikirkan target utama yang harus diselesaikan, dengan status single tentunya lebih banyak waktu tersisa, bisa juga dengan mengambil kerja part time.

Untuk jangka menengah, kita bisa menciptakan target-target baru, dengan bekerja lebih giat untuk memperoleh promosi jabatan atau bonus, atau menambah waktu belajar lebih banyak agar cepat lulus kuliah. Semakin banyak pemikiran positif kala jomblo bisa menghasilkan energi yang luar biasa (terbukti!).

Sedangkan untuk jangka panjang, kita bisa memikirkan untuk mengembangkan karir lebih jauh, misalnya saja jika kita mengikuti usaha MLM (Multi Level Marketing), merencanakan beasiswa ke luar negeri, mengumpulkan modal yang lebih besar untuk usaha sendiri, bahkan mencari calon suami yang kaya raya. Tapi ingat, jangan terlalu muluk-muluk sehingga bikin depresi.

Saat masih pacaran, pengeluaran yang paling terasa adalah pulsa telepon, dan saat jomblo pengeluaran itu bakal bisa diiritkan lebih ketat. Komunikasi dengan teman bisa dilakukan cukup dengan SMS aja. Untuk beli baju pun jadi pikir-pikir, daripada up to date, mending bikin baju up grade, atau juga kita bisa menyumbangkan baju lama pada saudara maupun ke panti asuhan. Dengan begitu kita makin bisa berpikir dan menentukan prioritas utama.

Tak sedikit orang bilang bahwa hang out dengan teman lebih fun ketimbang pacaran berduaan. Dengan status single, kita bebas melakukan apa saja yang kita mau, camping bersama, nonton bareng, makan di restoran yang menyediakan makanan paketan, atau belanja di tempat buy one get one free. Pokoknya yang perlu diingat, kita hidup buat fun. Mau punya pacar atau jomblo, selama kita happy jalani aja apa yang kita mau.

Referensi : kapanlagidotcom

Macho Tak Membuat Cinta Jadi LAnggeng

November 6th, 2007 by fajarzebua

Bukan rahang segi empat, corak kulit kasar dan sikap macho yang diinginkan perempuan. Mereka lebih mengharapkan pria berbibir penuh dan roman “feminin”, ungkap satu penelitian di Inggris. Temuan itu memperkuat penelitian sebelumnya mengenai kemaskulinan. Penelitian itu juga menawarkan pandangan yang lebih dalam, mengenai apa yang orang cari ketika memilih pasangannya.

Penelitian tersebut dipimpin Lynda Boothroyd, seorang psikolog evolusioner dari Durham University.

“Ketika orang memandang wajah yang maskulin, anggapan yang timbul adalah dominasi! Itu sesuatu yang baik dalam evolusi, tapi tidak untuk hubungan jangka panjang,” katanya.

Penelitian itu, yang dimuat di jurnal “Personality and Individual Differences”, dilakukan dengan cara menanyai lebih dari 400 pria dan wanita di Inggris untuk menilai foto-foto pria yang dipermak secara digital sehingga kelihatan lebih maskulin atau feminin.

Para partisipan selanjutnya diminta memperkirakan ciri-ciri kepribadian di foto itu. Ciri-ciri itu seperti dominasi, ambisi, kekayaan dan apakah sosok tersebut akan setia serta menjadi orang tua yang baik.

Ternyata bukan sosok macho yang paling banyak dipilih. Penelitian itu menunjukkan bahwa yang dianggap tidak setia serta merupakan orang tua yang buruk adalah tipe maskulin dengan hidung besar, bermata kecil dan beralis mata tebal.

Mereka yang dianggap sebagai pasangan terbaik untuk hubungan jangka panjang justru pria berwajah “feminin” dengan mata lebar, roman yang halus dan lebih kurus, serta alis mata yang lebih lengkung.

Wajah yang kelihatannya lebih sehat, misalnya mereka yang mempunyai corak kulit lebih baik, juga lebih diinginkan.

Temuan itu mendukung bantahan terhadap klaim bahwa kemaskulinan dipandang sebagai indikator utama kesehatan genetik dan kekebalan terhadap penyakit, kata Boothroyd.

“Yang saya tunjukkan di sini adalah kesehatan merupakan sesuatu yang benar-benar positif dan bukan kejantanan,” kata Boothroyd.

“Kita tidak boleh berpikir kemaskulinan artinya sehat, karena hal itu benar-benar bukan yang ada di benak wanita. Kemaskulinan artinya kekuasaan sosial.”

Jadi… Bagi para pria, masih inginkah Anda menyibukkan diri untuk meningkatkan kualitas ke-macho-an Anda?

Referensi : kapanlagidotcom

Jangan Biarkan Stresmu Jadi Depresi!

October 21st, 2007 by fajarzebua

Bingung dengan pekerjaan se-abrek, di rumah dimarahi terus,
kehidupan sosial tidak seimbang, maupun pacar selingkuh, memang bisa
bikin stres. Kalau terus-menerus seperti ini, bisa-bisa orang stres
akan menjadi penderita depresi yang bisa gila bahkan memutuskan suicide.. hii ngeri..

Depresi
lebih sering diartikan dengan stres yang berkepanjangan, tapi jangan
salah ada juga stres yang tidak selamanya berakhir dengan depresi.
Menjelaskan hal ini, ahli psikologi Vera Itabiliana
mengungkapkan bahwa depresi ada karena perasaan sedih yang mendalam.
Tapi kadang peristiwa sedih yang dialami tidak sebanding dengan
perasaan sedih tersebut, dan terus-menerus dirasakan sampai melebihi
waktu sebenarnya.

Secara umum gejala depresi tampak pada tiga
bagian, yaitu gejala fisik, mental, dan sosial. Dari fisik, orang
depresi biasanya lebih malas dari kehidupan sehari-hari, susah tidur,
malas makan, pikiran kosong, kehilangan motivasi, cepat capek, bahkan
gampang sakit.

Sedangkan dari segi mental, orang depresi lebih cepat marah, sensitif, merasa useless,
tidak percaya diri, sering mendramatisir rasa kecewa, dan sering
ketakutan akan karma yang akan menimpa mereka karena kesalahan yang
diperbuat. Untuk urusan sosial, kebanyakan orang depresi akan sering
menghindar saat-saat menyenangkan, menjauh dari realistis, malu bertemu
orang lain, uring-uringan tanpa alasan, serta tanpa sadar jadi orang yang menyebalkan.

Dan
untuk mengatasi rasa depresi yang merugikan diri sendiri yang membawa
pengaruh ke orang lain ini, disarankan untuk melakukan berbagai terapi.
Misalnya saja ‘Psikoterapi’, yaitu lebih menerima perhatian dan saran
dari orang lain agar bisa menyesuaikan diri dengan perubahan dalam
hidup. Tentu saja hal ini dilakukan dengan cara bertahap untuk bisa
menerima tanggung jawab dan tekanan hidup yang dialami. Ada juga
‘Terapi Kognitif’, yang dilakukan dengan cara mengubah cara pandang
negatif dan rasa putus asa.

Sedangkan untuk penderita depresi
berat, bisa diterapkan ‘Terapi Elektrokonvulsif’, yaitu dengan cara
memberikan kejutan listrik untuk merangsang kinerja otak yang beku,
biasanya sih untuk penderita yang ingin suicide.

Selain
terapi, penggunaan obat penenang juga ada baiknya, apalagi untuk
orang-orang yang memiliki kepribadian tertutup dan sulit berkomunikasi
dengan orang lain. Yang penting, kita harus menjauhkan diri dari
godaan-godaan untuk berpikir pendek. Seperti kata pepatah, We dont know how life bring us later, just hold on..

Referensi : kapanlagidotcom

Usia Warga Australia Termasuk Yang Terpanjang di Dunia

October 10th, 2007 by fajarzebua

Umur rata-rata warga Australia termasuk salah satu yang terpanjang
di dunia, namun ‘keberuntungan’ dalam harapan hidup tersebut tidak
berlaku bagi orang asli di negara kangguru itu.

Angka-angka yang
baru-baru ini dirilis oleh Biro Statistik Australia menunjukkan bahwa
warga Australia berumur rata-rata 78,5 tahun untuk pria, dan 83,3 tahun
untuk wanita. Namun khusus untuk orang asli Australia atau aborigin,
rata-rata umur mereka hanya 59,4 tahun bagi pria dan 64,8 tahun bagi
wanita.

Jadi, ada perbedaan rata-rata harapan hidup hingga 17
tahun antara warga pendatang dan warga asli. Sejumlah faktor seperti
kemiskinan, diskriminasi, dan keterbatasan akses kesehatan diyakini
berpengaruh pada lamanya hidup mereka.

Ibukota Canberra, yang
sering disebut sebagai tempat membosankan dan tanpa spirit, secara
statistik umur rata-rata warganya adalah yang paling lama di Australia.
Kota berpeduduk 325.000 jiwa itu memiliki rata-rata usia hingga 84
tahun untuk wanita dan 79,9 untuk pria.

Dibangun setelah ada
persaingan antara Sydney dan Melbourne mengenai siapa yang lebih pantas
menjadi ibukota di tahun 1908, Canberra kini merupakan kota dengan
penduduk paling terpelajar dan sejahtera di Australia.

Tingkat
pengangguran di kota itu kurang dari 2,8%, sementara pendapatan
mingguan warganya di atas rata-rata warga Australia lainnya sebesar
1,208 dolar Australia, didukung oleh meningkatnya industri teknologi
informasi dan gaji para pegawai pemerintahan.

Angka yang berbeda
terlihat di kawasan utara, yang menjadi rumah bagi ‘Crocodile Dundee’
di film. Di Northern Territory ini, populasinya hanya satu persen dari
20 juta penduduk Australia. Umur rata-rata pria disana 72,5 tahun,
sedangkan wanita 78,2 tahun.

Lebih dari seperempat populasi di
kawasan itu adalah orang aborigin yang banyak tinggal daerah pinggiran
yang terbatas dalam lapangan kerja, kesehatan, dan pendidikan sehingga
tingkat usianya pun rendah.

Untuk seluruh warga Australia,
rata-rata harapan hidupnya bagi pria hanya di bawah Eslandian dan
Hongkong, sedangkan bagi wanita di bawah Jepang dan Hongkong.

referensi : kapanlagidotcom

Nonton Sinetron, Remaja Jadi Rentan Konflik

September 25th, 2007 by fajarzebua

Sinetron yang ditayangkan di stasiun televisi sebagian besar
berkiblat pada kebudayaan metropolitan ternyata mempunyai pengaruh
negatif bagi remaja yang sering menontonnya, dan bahkan mereka rentan
terhadap konflik.

"Jika mental dari para remaja kita di daerah
belum siap terhadap pengaruhnya, tidak hanya rentan terhadap konflik
tetapi juga mereka akan salah dalam pergaulan dan bersikap, kehilangan
identitas pribadi, dan sulit menyesuaikan dengan komunitas di
tempatnya," kata seorang pakar kebudayaan populer Universitas
Diponegoro (Undip) Semarang, Drs. Redyanto Noor, M.Hum., di Semarang, Selasa.

Saat
ini, kata dia, sinetron-sinetron remaja yang ditayangkan di televisi
sebagian besar berkiblat pada kebudayaan kota metropolitan Jakarta,
yang berkolaborasi dengan kemajuan media massa elektronik sehingga
penayangannya sampai ke daerah-daerah.

Redyanto sendiri
menyatakan tidak setuju dengan adanya penayangan sinetron tersebut
karena yang ditampilkan tak seragam, seolah ada pengakuan bahwa remaja
yang modern itu harus seperti yang ada di Jakarta.

"Padahal pengertian modern itu kan lebih ke cara berpikir remaja itu sendiri," katanya.

Ia
memprediksi penayangan sinetron itu akan mengakibatkan evolusi
kebudayaan yang akan mengubah kebudayaan-kebudayaan di daerah secara
perlahan. Bahkan, kata dia sekarang yang terjadi adalah revolusi yang
cepat, bukan hanya evolusi yang perubahannya berlangsung secara
perlahan.

"Mula-mula yang diubah dari remaja-remaja di daerah itu
adalah penampilan, seperti pakaian, model rambut, konsumsi makanan, dan
kendaraan," katanya.

Namun, di sisi lain diakuinya bahwa tidak
semua sinetron yang berbau kebudayaan metropolitan itu berdampak buruk.
Ada pula sisi positifnya, yakni remaja-remaja di daerah menjadi lebih
berpeluang untuk mengembangkan pengetahuan yang hampir tanpa batas
dengan adanya penayangan sinetron yang menampilkan kemajuan teknologi.

Referensi : kapanlagidotcom